Kami menerima tulisan maupun foto pertunjukan. Silahkan kirim ke tomo_orok@hotmail.com

Jumat, 14 Desember 2007

Tanggapan Atas Tari

>> tulisan oleh bunyirantau@yahoo.com <<

Mencoba menakar seni lewat tampilan estetika atau dalam tampilan expresi individu agaknya kurang menarik. Sama halnya ketika saya mencoba untuk memaksakan kehendak tulisan ini masuk dalam blog teater yang sudah barang tentu harus berada di koridor kriteria kritik teater. setidaknya saya telah mengabaikan etika itu.

Tarian sebagai salah satu bentuk kesenian mempunyai peran yang signifikan dalam ranah kebudayaan Indonesia. Setidaknya menjadi ragam ciri keunikan bangsa, karena setiap daaerah di Indonesia mempunyai struktur gerak dan aturan yang berbeda pula. Berdasar pada pandangan tersebut, saya mulai menyangsikan ketika seni Tari hanya dikategorikan sebagai seni pertunjukkan. Jika ada yang dikategorikan ke ruang pertunjukkan sebaliknya pasti ada yang masuk ke dalam ruang privat.

Memang tidak menarik jika kita akan membahasa sebuah tari dalam bingkai analisis struktural. Alasan yang mendasar adalah karena saya bukan orang ISI/STSI, atau lembaga tari lainnnya. Jika berkutat secara antropologis, dalam hal ini tari secara fungsi sosial akan memperlihatkan bahwa sebenarnya melalui kesenian ini kita bisa mengtahui kopleksitas dan orientasi masalah masyarakat.

Ketika kita mencoba membawa tari ke dalam ranah kekinian kita akan selalu menyimpulkan dalam jenis koreografi atau seni gerak. Hal itu tidak jadi masalah, karena saya juga bingung menyimpulkan apa itu tari.

Dalam sebuah situs, tari hanya diartikan (tidak secara harfiah) sebagai ekspresi budaya yang sangat kaya, sulit dianalisis dan diekspereikan. Sedangkan tari menurut lembaga pendidikan bonafide di Bali seperti yang ada di bawah ini.

Program Studi Seni Tari adalah bagian dari Fakultas Seni Pertunjukan yang mengajarkan bentuk-bentuk seni pertunjukan yang berkaitan dengan teknik gerak dan komposisi tari.
Tujuan pendidikan Program Studi Seni Tari adalah menghasilkan lulusan yang :
* mengetahui dan memahami dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan seni untuk menunjang keahlian bidang studinya;
* menguasai pengetahuan dan ketrampilan tari serta mampu menghayati nilai-nilai dasar seni untuk mencapai profesionaliseme dalam bidang studinya;
* mampu menerapkan dasar-dasar ilmiah dalam bidang tari serta menuangkan ke dalam karya seni/karya tulis.

Anjrit cuman segitu aja...!

Jujur saya belum puas dengan hal itu dan saya pun belum puas dengan tulisan tentang tari ini.
Saya belum bisa ngasih gambaran yang jelas hingga ente (mBro) harus sadar bahwa sebenarnya Tari adalah hal yang sulit (ideal dalam seni pertunjukkan - itupun jika saya sepakat dengan kategori itu). Jika tari gampang orang akan berbondong-bondong mempelajarinya.
Tari adalah explorasi hidup di mana pikiran dan hati bersatu secara harmonis menjadi sebuah gerakan yang dinamis.

teater, bukan tarian.

3 komentar:

tomo mengatakan...

oom kedai...kayaknya kita mesti sering-sering baca buku seputar seni pertunjukan deh...jadi ngga kacau dengan jalan pikir tentang bentuk, jenis dan ragam teater. Belum lagi kita mesti dibingungkan dengan teater tradisi barat dan timur..weeew..

Anonim mengatakan...

nah trus gimana....
zizizizixixixix...

Nyi Roro Wetan mengatakan...

hmmm... emang nih om kedai, rada2 totalitas-destroyer-dekonstruksi-ketiban kayu iks commentnya.
cuma saya suka sama gayanya tentang "anjriit..cuma segitu aja nih..."

Mungkin om kedai, udah lupa ya? tentang bagaimana caranya berbagi-menari-dan mengepalkan jemari!
aw aw aw aw

General Rehearseal

General Rehearseal
a Time between Us by Teater Satu Kosong Delapan

Exercise

Exercise
Teater Satu Kosong Delapan