>> Mengenang kembali <<
Beberapa kliping koran tentang pentas Death of a Salesman oleh Satu Kosong Delapan tahun 2004, sebelum pentas di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Bila kemudian Satu Kosong Delapan tak lagi menekuni teater realis, kenapa?
Teater, mencari kemungkinan-kemungkinan!
Kami menerima tulisan maupun foto pertunjukan. Silahkan kirim ke tomo_orok@hotmail.com
Senin, 14 Januari 2008
Teater Realis?
Diposting oleh
tomo
di
03.52
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blognya Sahabat
Aksi minimalis Blackfogs Andy Padang the motivator! aRya Gothic Ayip Matamera Bilal Furqoni Bintang Bermusik Bonekanya Dian Car Insurance Dedi Dolrosyed Craig Says Digital Polaroid Dr Dree Spesialis Mata Fanty as Drama Queen Free Tips for You Kata Heru Live lovenya Oecan love-dollar mas ncEp Mangkok Bali Mediax Yonas Sestrakresna the videomaker Tatiana Browniestone Rais Blajar Terus Slugger skater Satya Natherland Rumah Tulisan Plinplan n cute Penyair Wayan "Jenki" Sunarta Pak cik Teranung di Jiran Ratih Indrihapsari Dayu Cute Puisi Selaksa Jiwa Bams Rendesvouse Penyair Riki Damparan Putra Saichu Soulidaritas Dadap Blog Learning English Pojok Waroeng Kopi Tenggarong23 Etavasi Blogkita-Bandungblog Civil Engineering Bagus Batam Hidup Belajar Nara Chill Lounge Music Neo Kid on the Blog Love-sex and Marriage New Music Update Retchel 1980 Craig Says Marilyn Kate Soraya City Adek Campur Campur Pinay Mom in Czech Hideout Gateway Gles Moch Satrio Welang
Teater Topeng SMAN 2 Denpasar
Intan Ivanna John
Teater Rumput SMKN 1 Denpasar
Robby
1 komentar:
pernah tau klo membuat racikan sebuah pementasan itu seperti kita menjual seafood di pinggir jalan. jika makanannya enak tempat itu pasti akan di cari dan jika gak enak jangan sakit hati bila gak ada yang beli...
mereka nggak akan pernah bertanya siapa yang menjualnya dan mereka tak akan pernah bertanya seperti apa cara membuatnya. hanya sebatas makanan itu enak saat di makan setelah itu mereka pergi dan besok ia pasti akan kembali...
Posting Komentar